[EVENT] KKP dan BRI Perkuat Kerja Sama Fasilitasi Kredit Nelayan

26

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia tentang pemberian fasilitas layanan perbankan dalam kegiatan penangkapan ikan.

Kegiatan ini merupakan perpanjangan setelah tiga kali KKP dan BRI menandatangani kesepakatan bersama tentang penyediaan dan penggunaan jasa perbankan pada 12 Mei 2008, 7 Februari 2012, dan 30 Mei 2016.

1. Memberi data dan informasi nelayan yang berpotensi diberikan fasilitas layanan perbankan;

2. Memberi data dan informasi terkait kegiatan usaha penangkapan ikan, di antaranya pelabuhan perikanan, kapal dan galangan kapal, produsen alat penangkap ikan yang ramah Iingkungan, pelaku usaha industri hilir yang ada di pelabuhan perikanan dan usaha lain yang berpotensi untuk diberikan fasilitas layanan perbankan;

3. Memfasilitasi pendampingan teknis dan kegiatan sosialisasi kepada nelayan;

4. Memfasilitasi lokasi yang tersedia di pelabuhan perikanan untuk penempatan Teras BRI Mobile dan Agen BRILINK.

Adapun BRI bertanggung jawab untuk memberikan fasilitas Iayanan perbankan dalam kegiatan penangkapan ikan antara lain:

1.Pembukaan rekening simpanan nelayan dan pemberian Kartu Jaring Nelayan;

2. Pembukaan rekening simpanan pelaku usaha Iainnya, pemberian kredit modal kerja dan investasi kepada nelayan melalui skema kredit khusus dan KUR;

3.Penyediaan infrastruktur perbankan berupa Teras BRI Mobile dan agen BRILINK di pelabuhan perikanan; 4.Pembukaan gerai konsultasi dan pelayanan kredit;

5. Fasilitas layanan perbankan Iainnya.

“Kalau ini sinergi dengan BRI, ada lagi penjualan di tengah laut [transhipment],” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di sela-sela penandatanganan MoU, Jumat (25/8/2017).

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (Persero) Suprajarto dalam kesempatan yang sama mengatakan peluang di sektor perikanan masih menjanjikan jika melihat angka konsumsi ikan yang masih 43,3 kg per kapita per tahun dam akan ditingkatkan menjadi 54,5 kg per kapita per tahun pada 2019. “Ini menjadi peluang bagi BRI dalam memberi pelayanan jasa perbankan,” katanya.

Direktur UMKM BRI Donsuwan Simatupang menambahkan, penyaluran kredit perseroan kepada nelayan sejak MoU pertama senilai Rp9 miliar. Nelayan-nelayan itu merupakan pemilik kapal berukuran 5-10 gross ton.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments