[EVENT] Beri Kuliah Umum di Aceh, Menteri Susi Minta Jaga Integritas Bangsa

37

MEULABOH (17/10) – Integritas para pemimpin bangsa dalam bekerja adalah modal utama dalam membangun dan mengoptimalkan potensi bangsa. Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, saat memberikan kuliah umum dengan tema “Potensi dan Strategi Pengembangan Menuju Kemandirian Pangan Indonesia”, di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Aceh, Senin (16/10) yang lalu. Di hadapan para peserta yang terdiri dari civitas akademika (mahasiswa dan dosen), Pemerintah Daerah (Pemda), dan tokoh masyarakat tersebut, Menteri Susi berpesan agar seluruh lapisan bangsa tidak ragu untuk mengeksekusi Undang-undang sesuai konstitusional yang berlaku di Indonesia.

“Penenggelaman kapal pencuri ikan itu sudah diamanatkan dalam Undang-undang. Jangan pernah ragu untuk mengeksekusi Undang-undang. Kalau Anda tidak mau menyita dan menenggelamkan kapal illegal fishing, berarti Anda tidak melaksanakan Undang-undang yang diamanahkan oleh negara kepada kita,” ungkap Menteri Susi.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia mengusir ribuan kapal asing dari laut Indonesia dalam beberapa waktu terakhir adalah deterrent effect (efek jera) yang ditimbulkan kebijakan penenggelaman kapal, yang berhasil menendang dan mencegah kapal asing ilegal kembali ke laut Indonesia. Menteri Susi menilai, Alutsista dan persenjataan di Indonesia justru masih membutuhkan tambahan dan perbaikan. Namun lagi-lagi, itu semua tak ada artinya jika para pemimpin bangsa, aparat penegak hukum, dan segenap bangsa Indonesia masih suka ‘bermain-main’ dengan aturan yang ada.

“Yang betul dan paling efektif adalah integritas kita semua. Anda, saya, yang memimpin negeri ini, yang memimpin, pemerintah-pemerintah daerah, satu kata, integritas kita tidak bisa dibeli apalagi oleh orang asing, yang benar saja,” tutur Menteri Susi bersemangat.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments