Ekspor Hasil Olahan Perikanan 2017 Meningkat

107
Ilustrasi

KKPNews, Purworejo – Selama tahun 2017 PT Dua Putra Utama Makmur mengalami peningkatan ekspor produk hasil pengolahan ikan ke Jepang dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ekspor ke Jepang juga yang terbesar dibandingkan negara tujuan ekspor lainnya,” ujar Direktur PT Dua Putra Utama Makmur Tbk Risma Ardhi, saat ditemui usai rapat umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2017 dan Publik Expose, di ruang pertemuan Pandawa PT DPUM Tbk di Jalan Raya Pati-Juwana Kilometer 7, Purworejo, Pati, Kamis (24/5).

Ia juga menyatakan bahwa ekspor ke Jepang saat ini lebih dari 75 persen dari total ekspor dengan jumlah pembeli yang bertambah secara bertahap dan perusahaan memantapkan pasar Jepang khususnya produk pada kategori value added dan premium.

Hal ini sejalan dengan langkah strategis perusahaan yang mulai fokus pengembangan pada pemasaran kedua produk tersebut. Dengan menggunakan teknologi baru seperti cooker machine, cooling conveyor, fryer machine, breaded shrimp line, dan tunnel freecer IQF.

Tercatat pada tahun 2015 ekspor ke Jepang hanya berkisar 10 persen, 2016 mengalami peningkatan menjadi 34 persen, dan 2017 peningkatan menjadi 75 persen lebih.

PT DPUM juga menargetkan pangsa produknya selain di Jepang, yakni seperti China, Vietnam, Hongkong, Taiwan, Australia, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat yang saat ini sudah mendapatkan green ticket.

“Tujuan ekspor diluar Jepang nilai ekpornya memang mengalami fluktuasi, naik turun, sebab produknya yang dominan, berbahan mentah yang rentan terhadap fluktuasi pasar” ujarnya.

Pabrik PT DPUM ini awalnya hanya berfokus pada produk-produk “raw material”, kemudian melanjutkan proses pengembangan dengan mengembangkan bisnis untuk produk-produk perikanan berbasis value added product dan premium product dengan bahan baku udang dan cumi.

PT DPUM optimisi akan pengembangannya tersebut karena pasar produk-produk tersebut akan lebih stabil daripada produk-produk dengan kategori raw material yang rentan terhadap fluktuatif sektor perdagangan bahan mentah dan tingkat kompetisi yang semakin kuat. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments