Dorong Pertumbuhan Sektor Perikanan Budidaya di Berbagai Daerah

89
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto (kanan) dalam kegiatan konferensi pers Capaian Kinerja 2017 dan Rencana Kerja 2018 di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (11/01). Dok. Humas KKP/Regina Safri

KKPNews, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat dalam tahun 2017 kinerja sub sektor perikanan budidaya menunjukkan capaian positif. Catatan kinerja positif subsektor perikanan budidaya tersebut antara lain dapat dilihat dari indikator kegiatan yang telah  memberikan kontribusi dalam membawa perubahan positif bagi kinerja pembangunan nasional. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis (11/01).

Secara makro ekonomi, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan PDB Nasional sektor perikanan tahun 2017 sebesar 6,75 % atau naik sebesar 31 persen dari tahun 2016. Angka PDB tersebut tercacat paling progresif dan berada diatas rata-rata pertumbuhan PDB Nasional yang hanya 5,03 persen.

Kinerja PDB Sektor perikanan, ditopang oleh volume produksi perikanan budidaya, dalam 5 (lima) tahun terakhir (2013-2017) tercatat tumbuh rata-rata sebesar 5,11%, dimana tahun 2017 angka sementara volume produksi perikanan budidaya Triwulan III mencapai 16,16 juta ton.

Pencapaian produksi perikanan budidaya tidak terlepas dari upaya KKP yang mendorong berbagai program prioritas di berbagai daerah, di antaranya dukungan 165 juta ekor benih unggul bagi 842 Pokdakan di 171 Kab/Kota;  program Gerpari berupa dukungan mesin pembuat pakan dan bahan baku pakan sebanyak 200 paket yang tersebar di 85 Kab/Kota; dukungan sarana dan prasarana produksi budidaya sebanyak 802 paket paket untuk 910 Pokdakan di 115 Kabupaten/Kota; optimalisasi kawasan budidaya, masing-masing rehabilitasi saluran irigasi sepanjang 56.904 meter di 11 Kab/Kota; dan optimalisasi 474 paket KJA melalui dukungan sarana budidaya laut  bagi 875 kelompok yang tersebar di 15 Kab/Kota; pegembangan budidaya lele bioflok sebanyak 204 unit usaha bagi 163  tersebar di 103 Kabupaten/Kota; serta pengembangan minapadi seluas 195 hektar bagi 20 Pokdakan yang tersebar di 9 Kab/Kota.

Begitupun capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sub-sektor perikanan budidaya tahun 2017 tercatat sebesar Rp18,56 miliar atau melampaui dari target penerimaan yang dipatok sebesar Rp17,92 miliar. Sumber PNBP tersebut sebagian besar berasal dari pelayanan uji laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan; penjualan benih dan ikan hasil kegiatan fungsional.

Neraca perdagangan sub sektor perikanan budidaya juga menunjukkan catatan positif (surplus). Data BPS mencatat hingga September tahun 2017 nilai ekspor produk perikanan budidaya Indonesia mencapai sebesar USD1,29 miliar, atau naik 5% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impor perikanan budidaya hingga September tahun 2017 mencapai USD17,06 juta, atau menurun sebesar 14% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Investasi di bidang perikanan budidaya sepanjang Januari – September 2017 tercatat senilai Rp936 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 21 persen terhadap total investasi di sektor perikanan yang mencapai Rp4,4 triliun. Investasi di bidang perikanan budidaya berpeluang untuk terus digenjot mengingat potensi nilai ekonomi yang sangat besar. KKP berupaya melakukan reformasi terhadap berbagai pelayanan perijinan di bidang usaha budidaya, salah satunya dengan mulai menerapkan sistem perijinan berbasis online yaitu Aplikasi Usaha dan Bisnis Akuakultur Indonesia (AKUBISA). (Humas DJPB/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (66.7%)
  • Terinspirasi (33.3%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments