DKP Pangandaran Kembangkan Budidaya Lele Sistem Bioflok

387
Ilustrasi

KKPNews, Pangandaran – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pangandaran saat ini mengembangkan budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem bioflok di seluruh kecamatan yang ada di Pangandaran. Berdasarkan  informasi, terdapat kurang lebih 100 pembudidaya ikan lele yang telah menggunakan sistem tersebut yang berada di bawah naungan pembinaan DKP.

“Pembudidaya ikan yang kita berikan penyuluhan sampai saat ini terus kita pantau. Adapun yang mendapatkan bantuan dari pemerintah mesti mengikuti aturan dan prosedur yang ada, yakni mengajukan permohonan bantuan ke kami itu harus berbadan hukum,” ungkap Wawan Sekretaris DKP Pangandaran, Senin (02/04).

Wawan menyampaikan, sistem budidaya lele dengan bioflok tersebut merupakan cara yang sederhana dan ramah lingkungan dan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar. Hanya menggunakan lahan yang tidak terlalu luas seperti halnya kolam, sistem bioflok cukup membutuhkan luas diameter sekitar 2 meter persegi dengan tinggi 1 meter persegi, ini dapat menampung sekitar 2000 lele.

Wawan menambahkan, dalam proses budidaya ikan lele dengan sistem bioflok tersebut cukup membutuhkan waktu tiga sampai empat bulan sudah bisa dipanen. Menurutnya, saat ini masyarakat pangandaran sekitar 30% sudah mulai Mengembangkan sistem bioflok tersebut.

Aep, salah seorang pembudidaya lele bioflok asal Paledah, mengatakan, permintaan pasar untuk ikan lele saat ini mengalami peningkatan signifikan, terutama ukuran 5/7 dan 9/12 yang mencapai puluhan ribu ekor tiap bulan.

Menurut Aep, produksi budidaya lele sistem bioflok di Pangandaran sudah bisa melebihi kebutuhan konsumsi lele yang mencapai 5 kwintal. Adapun kelebihan produksi dikirim ke luar Pangandaran.

“Ada juga permintaan benih lele dari Bogor yang mencapai 30 ribu ekor. Saya selain menernak lele, juga mengepul lele dari petani yang ada di Pangandaran serta memasok untuk wilayah Jawa Tengah dan Priangan Timur,” jelasnya.

Alhamdulillah setelah mendapatkan pengetahuan baru soal ternak lele dari PPL, hasilnya memuaskan. Apalagi pengembangan untuk lele jenis lokal dan lele dumbo sangat bagus dengan sistem ini,” lanjut Aep memaparkan manfaat pembinaan budidaya lele dengan menggunakan sistem bioflok dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang dikirim dari DKP Pangandaran. (FG/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (57.1%)
  • Terinspirasi (42.9%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments