DJPT Bantu Kembangkan Usaha Nelayan melalui Akses Permodalan dan Diversifikasi

46
dok.humas djpt

KKPNews, Banyuwangi – Direktorat Perizinan dan Kenelayanan (Dit. PDK), Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan Kegiatan Pengembangan Usaha Nelayan melalui Expo Pendanaan dan Diversifikasi Usaha Bagi Keluarga Nelayan. Acara ini dilaksanakan di TPI Mandar Banyuwangi pada tanggal 10-12 September 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh 80 orang Nelayan dan 100 orang keluarga nelayan (istri/anak).

Plt. Dit Perizinan dan Kenelayanan melalui sambutannya yang diwakili oleh Kasubdit Usaha Nelayan, Novia Tri Rahmawati, S. Pi, M. Si menyampaikan bahwa dalam upaya mendukung visi dan misi KKP, telah diterapkan serangkaian Program Pengelolaan Perikanan Tangkap dengan menitikberatkan pada kebijakan pengembangan usaha perikanan tangkap yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan keluarga nelayan.
Novia juga menjelaskan bahwa pengembangan usaha perikanan tangkap ditentukan oleh beberapa faktor utama, antara lain ketersediaan sumber daya ikan, teknologi penangkapan, input produksi, permodalan dan akses pemasaran. Usaha penangkapan ikan skala kecil memiliki tingkat sensitifitas dan kerentanan yang lebih tinggi terhadap keberlanjutan usahanya.

”Kegiatan usaha perikanan tangkap didominasi oleh dengan pelaku usaha skala kecil, sehingga perlu adanya langkah pemberdayaan dan pembinaan secara tepat guna untuk mengoptimalkan kontribusi usaha penangkapan ikan skala kecil,” ujarnya.

Program pemberdayaan keluarga nelayan melalui diversifikasi usaha ekonomi produktif dapat menjadi alternatif baru guna meningkatkan pendapatan keluarga nelayan. Novia menjelaskan bahwa upaya peningkatan peran wanita nelayan harus menjadi salah satu bagian dan memperoleh perhatian khusus dalam masyarakat perikanan.

“Jadi nantinya dalam kerangka pembangunan masyarakat perikanan, perlu adanya pelaksanaan pengembangan usaha perikanan yang berwawasan gender. Oleh sebab itu diperlukan upaya-upaya pembinaan terutama yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan kompetensinya,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Kegiatan Pengembangan Usaha Nelayan ini akan dilaksanakan dalam bentuk Expo Pendanaan Nelayan Diversifikasi Usaha Nelayan dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh peserta baik nelayan, keluarga nelayan, instansi pemerintah, pihak swasta, maupun lembaga keuangan.

“Telah hadir berpartisipasi membuka stand Expo Pendanaan Nelayan dari Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI) Semarang dan Lembaga Keuangan seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, PT Pegadaian, Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP), dan PT Jasindo yang memberikan informasi program dan menampilkan produk jasa keuangan kepada nelayan untuk mengembangkan usahanya melalui akses permodalan,” terang Novia.

Ia menambahkan, selain pemaparan narasumber dari Kementerian ATR/BPN, Dinas Komunikasi dan Informasi Kab. Banyuwangi, Ketua Kelompok Nelayan Bidang Diversifikasi ekowisata, Ketua AKRAB – Asosiasi Kerajinan Kuliner dan Batik Banyuwangi, Kegiatan Diversifikasi dan Pengembangan Usaha Bagi Keluarga Nelayan dilaksanakan melalui pelatihan dan praktek pengolahan ikan dan kerajinan kerang yang menjadi potensi produk unggulan bagi wanita nelayan pengiat Industri Rumahan.

”Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nelayan dan keluarganya dapat mengembangkan usahanya di bidang perikanan tangkap serta memiliki motivasi berwirausaha dan kompetensi untuk menciptakan serta mengembangkan usaha ekonomi produktif sebagai mata pencaharian alternatif yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” pungkasnya. (humas_djpt)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments