Dalam Kurun Sebulan, SKIPM Baubau Gagalkan Dua Kasus Penyelundupan Hewan Laut

83
Ilustrasi

KKPNews, Baubau – Dalam sebulan terakhir, Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Baubau, Sulawesi Tenggara telah berhasil mengungkap dua kasus penyelundupan hewan laut yang dilarang pemerintah. Dua kasus tersebut terjadi di Bandara Betoambari Baubau dan Pelabuhan Murhum Baubau.

Kepala BKIPM Baubau Arsal mengatakan, penyelamatan berhasil dilakukan terhadap komoditas laut jenis lobster dan kepiting. Menurutnya, larangan penangkapan dan pengeluaran kepiting dan lobster bertelur tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016.

“Kepiting, rajungan, dan lobster tidak boleh (ditangkap dalam keadaan bertelur atau undersize), kalau didapat harus dilepasliarkan. Selama dua bulan, sudah dua kali kita (SKIPM Baubau) tahan dan kita serahterimakan di BKSDA (Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam). Di bandara kepiting ada juga lobster. Di pelabuhan juga lobster dan rata-rata keluar (tujuannya),” terang Arsal, Rabu (23/5).

Menurut Arsal, sudah menjadi tugas Badan KIPM untuk mengawasi lalu lintas perdagangan perikanan dan menempatkan petugas di bandara dan pelabuhan sesuai fungsi karantina terhadap keselamatan biota di wilayah setempat.

“Sekarang tupoksi kita dinaikkan, melakukan pengendalian mutu dan keamanan hayati perikanan. Jadi atas dasar itu kita melakukan pengawasan dan pelayanan sertifikasi, setelah itu kita uji laboratorium untuk menentukan apakah bebas penyakit ikan atau mutu ikan itu aman dikonsumsi,” terang dia.

Arsal juga mengimbau masyarakat turut serta dalam upaya pelestarian biota perairan. “Harus ada dukungan kepada pemerintah. Betul-betul ikan yang dilindungi dan dilarang janganlah diperdagangkan. Kalau didapat hewannya dilepas dan orangnya dibina,” tambah Arsal.

Namun menurutnya, kalau ditemukan pelanggaran dalam jumlah besar dan berulang pelaku akan dikenai pidana.

Selain melakukan penggagalan terhadap berbagai upaya penangkapan dan pengeluaran hewan laut yang dilarang, menurut Arsal SKIPM Baubau juga melakukan pemeriksaan terhadap semua jenis biota yang hidup di perairan Baubau. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan hal yang tidak diinginkan, pemeriksaan keamanan komoditas perairan untuk dikonsumsi, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang jenis ikan dan manfaatnya, serta pengawasan jual beli di pasaran. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments