Buka SIIP 2017, Sekjen KKP Pesan Jaga Biodiversitas dan Ekosistem Laut

50
Dok. MII

KKPNews, Bogor – Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rifky Effendi Hardijanto memberi sambutan dalam pembukaan Simposium Ikan dan Perikanan (SIPP) 2017 yang digelar Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII) di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor, pada Selasa (12/9). Sejalan dengan tema yang diusung, yaitu “Enhancing Fisheries Management and Biodiversity Conservation of Coastal Fish and Ecosystems in Indonesia“, Rifky mengatakan pengelolaan perikanan dengan tetap memperhatikan pemeliharaan biodiversitas dan ekosistem laut merupakan semangat yang telah diusung Menteri Susi dalam kepemimpinannya.

Semangat ini terlihat dari usaha pelestarian lingkungan dan pencegahan pencemaran perairan. Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Susi telah melarang destructive fishing atau penangkapan ikan yang merusak lingkungan, seperti menggunakan bom maupun alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, termasuk penjagaan laut dari marine debris atau sampah plastik.

“Pengelolaan perikanan tidak boleh merusak biodiversitas ikan dan ekosistem yang ada di laut kita. Oleh karena itu, nelayan tidak diperbolehkan menangkap ikan dengan menggunakan bom, portas, atau pun alat tangkap yang dapat merusak terumbu karang,” ungkap Rifky. “Dan saya harap, jangan ada lagi yang buang sampah ke laut yang dapat mencemari laut kita,” tambahnya.

Rifky berpendapat, SIIP 2017 ini merupakan wadah yang tepat untuk mengingatkan kembali dan menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kedaulatan laut dan perikanan. “Untuk para generasi muda maupun akademisi, saya berpesan agar dapat berpartisipasi dalam meningkatkan pengelolaan perikanan, serta melakukan konservasi biodiversitas kekayaan laut Indonesia,” tandas Rifky.

Simposium yang digelar pada 12 – 13 September 2017 tersebut merupakan wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian tentang ikan dan perikanan. Simposium ini juga diharapkan dapat menjadi wadah silaturrahmi antar-peneliti/penggiat ikan se-Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik secara ilmu pengetahuan maupun ekonomi. Demikian disampaikan Ketua MII yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Sulistiono.

SIIP 2017 diikuti oleh 170 pemakalah, 50 peserta, dan 50 tamu undangan yang terdiri dari dosen, peneliti senior, dan mahasiswa dari lima pulau Indonesia. Peserta yang hadir menunjukkan antusias mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Beberapa peserta mahasiswa bahkan semangat mempublikasikan penelitian yang telah mereka lakukan. Salah satunya  Aldi Candra K, mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, yang menyampaikan penelitian tentang komposisi dan strategi pola makanan ikan. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments