BKIPM Evakuasi Dua Bangkai Hiu Tutul di Gresik

28
Dok. Tribunnews.com

KKPNews, Surabaya – Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Surabaya II akan membawa dua bangkai hiu tutul yang ditemukan nelayan di perairan Tanjung Perak, Surabaya ke Instalasi Karantina Puspa Agro. Bangkai hiu tersebut diangkut menggunakan truk dari tepi Sungai Kali Lamong, Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Warga yang mengalami kesulitan mengevakuasi bangkai hiu tersebut akhirnya menggunakan tali tampar untuk mengikat tubuh bangkai ikan hiu tutul, kemudian menariknya dengan truk agar bisa sampai ke tepi jalan. Selanjutnya dilakukan pengangkatan menggunakan crane.

Petugas Balai KIPM Surabaya II Laoude Abdul Syafar mengungkapkan, bangkai hiu tutul tersebut akan dibawa ke Instalansi Karantina Puspa Argo. Namun menurutnya, sebelum diangkut bangkai hiu tersebut akan didinginkan terlebih dahulu untuk mengawetkan. “Nanti kita akan bawa ke Jakarta ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” ungkapnya saat menunggu evakuasi bangkai hiu tutul, Rabu (4/7).

Sementara itu, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut wilayah kerja (Wilker) Jawa Timur Gigih Aribowo menyebutkan, penyebab kematian dua ikan hiu tutul tersebut belum diketahui. Untum mengetahuinya harus dilakukan nekropsi terhadap dua bangkai tersebut.

“Kalau ingin diketahui penyebab kematian ikan harus dinekropsi, seperti diotopsi kalau manusia. Tapi kemungkinan penyebab kematian bisa dari tersenggol kapal, polusi air, dan makan plastik,” kata Gigih Aribowo.

Gigih juga mengimbau agar nelayan tidak membawa bangkai hiu tutul ke tepi laut jika menemukannya. Hal ini karena hiu tutul adalah jenis yang dilindungi sehingga tak boleh dimanfaatkan.

“Kalau ada ikan hiu tutul di laut masih hidup biarkan saja. Kalau sudah mati ditengah laut ya biarkan saja. Sebab ini hewan dilindungi, jadi tidak boleh dimanfaatkan,” imbaunya.

Nelayan Desa Sukerojo, Kecamatan Kebomas yang menemukan ikan tersebut mengaku rela jika bangkai ikan dibawa ke Jakarta, sebab dirinya membawa ikan ke darat hanya dengan niat menguburnya.

Adapun Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gresik Abu Hasan mengatakan, hiu tutul merupakan ikan yang dilindungi, sehingga tidak boleh dimanfaatkan oleh masyarakat termasuk untuk dikonsumsi dan harus dikuburkan jika ikan tersebut mati. (Faizah Salsabila/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments