Berpotensi Menjadi Lokasi Budidaya, Tim KKP Kirim Tim untuk Teliti Kualitas Air Danau Gegas

70
Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan penelitian air Danau Gegas diwilayah Kecamatan Sukakarya untuk menganalisa kandungan air. Penelitian untuk menentukan jenis ikan dan udang yang cocok untuk dibudidaya dengan keramba apung di Danau Gegas

KKPNews, Musiwaras – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terjunkan tim untuk melakukan penelitian kualitas air Danau Gegas di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan untuk ditinjau lebih lanjut cocok atau tidaknya lokasi tersebut dijadikan lokasi pusat budidaya.

Menurut wacana, penelitian tersebut dilakukan untuk memperoleh data kandungan air yang ada di danau tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kemudian pihak terkait dapat menentukan jenis ikan ataupun udang yang cocok dibudidayakan melalui sarana keramba apung di Danau Gegas.

Camat Sukakarya, M. Setiawan, pada, Rabu (29/8) memberikan keterangannya terkait penelitian yang dilakukan jajaran KKP.”Kami dari Kecamatan Sukakarya dan dari Dinas Perikanan, menemani tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melakukan penelitian terhadap kandungan air Danau Gegas. Tim mengambil sampel dibeberapa bagian danau, dari sumber-sumber air untuk dilakukan pengujian dan dianalisa, Karena itu, analisa kandungan air ini memang sangat diperlukan, sehingga bisa ditentukan jenis ikan atau pun udang apa saja yang cocok dibudidayakan melalui kerambah apung di Danau Gegas,” ujar Setiawan.

Setiawan menjelaskan, hingga sekarang telah ada delapan unit keramba yang mengapung di Danau Gegas.

Kondisi fisik keramba terbilang baik, namun hingga kini belum dioptimalisasikan secara penuh.

Namun harapan Setiawan kedepannya, setelah hasil penelitian dari tim Kenterian Kelautan dan Perikanan terkait jenis ikan dan udang yang cocok untuk dibudidaya telah dirilis, maka keramba apung dapat dioptimalisasikan secara maksimal.

“Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan itu sendiri melakukan penelitian kandungan air Danau Gegas selama lima hari, dan hari ini masih berlangsung. Termasuk menanyai para nelayan lokal yang menangkap ikan secara tradisional juga diwawancara, ikan apa saja tangkapannya, dan lainnya,” ungkap Setiawan.

Menurut Setiawan, pihak Kecamatan Sukakarya telah berkoordinasi dengan delapan desa yang ada di wilayah Sukakarya, semua desa memberikan sambutan yang positif beserta dukungan untuk dilakukan pembudidayaan ikan keramba apung di Danau Gegas.

Perihal teknis pengelolaan, M. Setiawan menyatakan bahwa pengelolaan keramba akan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Bersama.

“Direncanakan, untuk tahap pertama nanti, kita lakukan uji coba dulu, bikin bibit percontohan. Setelah itu baru dikembangkan secara profesional, yang pengelolaannya melalui BumDes Bersama, delapan desa yang ada di Kecamatan Sukakarya,” terang M Setiawan.

Dengan adanya budidaya ikan melalui keramba apung di Danau Gegas, diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Jika keramba apung telah berjalan dengan baik dan dikelola secara profesional oleh BumDes Bersama, maka masyarakat lokal akan memperoleh dampak positif dari segi ekonomi dan ketahanan pangan. (Dimas Senoaji/MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments