Beri Kuliah Umum di Unpas, Menteri Susi Dorong Ilmuwan Ciptakan Teknologi Perikanan Terbaru

79
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan kuliah umum di Universitas Pasundan (Unpas), Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11). Dok. Humas KKP/Dicki Mahesa Rajasa

KKPNews, Bandung – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan kuliah umum bertema “Potensi Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan bagi Keutuhan NKRI” di Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11). Pada kuliah umum yang dimoderatori oleh Rektor Unpas Eddy Jusuf tersebut, Menteri Susi mengajak para akademisi untuk melakukan berbagai inovasi guna mendorong perkembangan sektor kelautan dan perikanan di tengah persaingan global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Menteri Susi meminta agar dilakukan perbaikan dan penyempurnaan pada aturan maupun kurikulum pembelajaran sesuai perkembangan zaman.

“Saya pikir sudah saatnya kita merubah kurikulum, tatanan peraturan yang kita bikin, kita ganti, kita buat peraturan yang lebih merevisi dan mengevaluasi, menyesuaikan, mengubah,” ungkap Menteri Susi dalam sambutannya di hadapan kurang lebih 1.200 hadirin.

Menteri Susi menyayangkan, masih banyak perguruan tinggi di Indonesia yang melaksanakan kurikulum secara kaku, tidak melakukan perbaikan atau evaluasi terhadap kurikulum yang digunakan. “Peraturan atau tatanan yang kita bikin masa tidak bisa berubah? Jangan-jangan karena peraturan kita menjadi alien di planet kita sendiri,” imbuhnya lagi.

Menteri Susi juga mendorong penemuan teknologi terbaru dan penerapannya dalam dunia pendidikan serta membuat perencanaan perekonomian ke depan. Menurutnya, sudah banyak insyinyur asal Indonesia yang bekerja di berbagai belahan dunia untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih lagi. Sayangnya, di Indonesia sendiri hal tersebut masih kurang. “Pekerjaan konvensional akan hilang lebih cepat dan lebih cepat. Kita harus pakai teknologi dalam tatanan pendidikan kita sebelum terlambat,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Susi juga meminta para akademisi untuk membantu memberikan pendidikan dan pemahaman terhadap masyarakat mengenai pentingnya menjaga kedaulatan dan keberlanjutan laut demi mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Ia berharap, semua pihak memiliki kepedulian dan empati untuk negara, memberantas kesenjangan dan mendorong pembangunan yang berkeadilan.

Menteri Susi juga ingin masyarakat menyadari bahwa kegiatan penenggelaman kapal yang selama ini dilakukannya bukan sekadar kegiatan bersenang-senang, melainkan upaya mempertahankan kedaulatan, integritas, dan martabat Indonesia sebagai bangsa yang besar.

“Saya berpikir, apa masyarakat sadar bahwa apa yang saya lakukan (penenggelaman kapal) adalah pekerjaan yang sangat-sangat serius. Itu jalan yang saya pilih dengan mempertaruhkan profesi saya, posisi saya, saya pertaruhkan semuanya. Tapi masyarakat menganggap itu sangat mudah, sangat menyenangkan. Untuk mereka ketahui, sebenarnya saya melakukan pekerjaan yang sangat-sangat serius,” ungkap Menteri Susi.

Untuk itu, dalam acara yang turut dihadiri Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi tersebut, Menteri Susi mengajak para akademisi mempertahankan pencapaian di bidang kelautan dan perikanan, misalnya dengan mempertahankan Perpres No. 44 Tahun 2016 yang menutup perikanan tangkap bagi asing.

“Kita menutup perikanan tangkap bagi asing. Yang melanggar kita tenggelamkan, supaya ikan di laut kita bangsa kita yang dapat nikmati,” pungkasnya.

Terakhir, Menteri Susi mengajak para lulusan baru untuk menjadi pengusaha di bidang perikanan, khususnya di wilayah timur Indonesia. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments