Beri Kuliah Umum di Unismuh, Menteri Susi Ajak Akademisi Kelola Perikanan Berkelanjutan

47
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk pada Selasa (1/5). Dok. Humas KKP/Handika Rizki R.

KKPNews, Banggai – Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memeberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk pada Selasa (1/5). Kuliah umum yang bertema “Pembangunan Potensi Kelautan dan Perikanan di Indonesia Bagian Timur” tersebut, menjadi kesempatan Menteri Susi untuk mengajak para mahasiswa menjaga kedaulatan perairan Indonesia dan mengelolanya secara berkelanjutan.

Menteri Susi menjelaskan, hal prioritas yang ia ambil dalam mengawal Laut Masa Depan Bangsa adalah kedaulatan. “Bagaimana kita mau membela nelayan, jika di laut kita sendiri masih ada kapal asing. Kedaulatan menjadi pilar utama yang saya lakukan dalam menerjemahkan nawacita Bapak Presiden,” ujarnya.

Langkah berikutnya yang dilakukannya adalah merujuk pada UU No.45 Tahun 2009 tentang perikanan, dimana dalam pasal 69 ayat (4) pada UU tersebut menyebut bahwa penyidik dan/atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup.

“Hukum yang tegas dan lugas diperlukan. Karena setelah diselidiki ada puluhan ribu kapal yang beroperasi saat itu. Kenapa bisa sebanyak itu? Tentunya tidak mungkin kalau tidak ada campur tangan aparat dari dalam. Makanya hanya satu yang bisa dilakukan saat itu, yakni dengan konsensus nasional dengan berbagai aparat penegakan hukum dan lembaga terkait,” jelasnya.

“Saat ini 364 kapal kita sudah tenggelamkan dan di Pangandaran kita akan melakukan riset perikanan dan akan mengajak mahasiswa Unismuh untuk terjun langsung,” tambahnya.

Komitmen pemerintah, lanjutnya, juga terlihat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, yang menekankan bahwa sektor perikanan tangkap hanya dikelola oleh nelayan hingga pengusaha dalam negeri. Dari Perpres tersebut, nelayan Indonesia mutlak berlayar di perairan Indonesia dengan bebas tanpa ancaman kapal-kapal ikan asing.

“Saya juga berharap, Luwuk dapat menjadi salah satu titik penjagaan luar Indonesia. Universitas Muhammadiyah ini juga menjadi salah satu garda terdepan yang memastikan Perpres ini tidak boleh diubah. Karena nanti yang dibujuk perpres ini diganti, pasti banyak,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Unismuh Wuluk Banggai, Farid Haluti menyampaikan harapannya atas kehadiran Menteri Susi di Kampus Unismuh Luwuk Banggai. “Selaku rektor saya mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bu Menteri untuk berkunjung ke Unismuh, ada 15 program studi yang digagas sekarang. Bertujuan untuk pengelolaan sumber daya dan Budi daya yang akan kita canangkan. Mudah-mudahan dengan kehadiran Bu Menteri, dapat menambah wawasan mahasiswa dan kita semua tentang pengelolaan sumber daya perikanan di Indonesia Timur, khususnya di Kabupaten Banggai,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Banggai Herwin Yatim menyampaikan bahwa ia akan terus memperhatikan kehidupan nelayan Kabupaten Banggai.

Di akhir sambutannya, Menteri Susi mengajak para akademisi yang hadir untuk konsisten menjaga laut Indonesia. “Saya yakin masyarakat Luwuk mencintai laut. Betul tidak? Mulai hari ini jangan pakai plastik lagi. Kalau masih pakai, diperkirakan 20 hingga 30 tahun lagi plastik akan lebih banyak di lautan. Kita harus mulai berpikir jauh ke depan, membangun jiwa enterpreneurship, kreatif dan inovatif,” terang Menteri Susi. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments