Berantas Pencurian Ikan, KKP Tingkatkan Koordinasi Antarlembaga

41
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan koordinasinya dengan berbagai lembaga terbaik dalam upaya pemberantasan praktik pencurian ikan. KKP menyadari tak mungkin sendirian dan butuh bantuan dalam melakukan pemberantasan illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF).

Plt. Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Nilanto Perbowo mengatakan, dirinya mengharapkan kerja sama seluruh kementerian dan lembaga dalam pengelolaan sumber daya perikanan.

Guna memperkuat koordinasi antarlembaga tersebut, KKP menyelenggarakan pertemuan Forum Koordinasi Penanganan Tindak Pidana di Bidang Perikanan Tingkat Pusat Tahun 2018, akhir Juni Tahun 2018. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari unit kerja lingkup KKP, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal PSDKP, Satgas 115, serta perwakilan sejumlah instansi instansi pemerintah seperti Kementrian Perhubungan, Kementrian Keuangan, Kementrian Hukum dan HAM, Kementrian Ketenagakerjaan, Kementrian Luar Negeri, Kejaksaan Agung,TNI-AL, POLRI, Mahkamah Agung dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Menurut Nilanto, forum ini bertujuan untuk memperoleh sebuah pencerahan serta merumuskan satu kesepahaman dengan diterbitkannya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2015, di mana dalam surat edaran tersebut terdapat salah satu ketentuan yang menyebutkan bahwa tindak pidana perikanan yang terjadi di ZEE Indonesia maksimal hanya bisa dikenakan pidana denda.

Sementara itu menurutnya, secara umum pelaku illegal fishing yang tertangkap di ZEE Indonesia mempunyai keterbatasan untuk membayar denda sesuai keputusan pengadilan. Oleh karena itu, Menurut Nilanto KKP sangat berharap agar revisi Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan tidak menghilangkan pasal yang menjadi landasan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan. (Alina Shafira/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Marah (100.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Sedih (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)

Comments

comments