Bangun SKPT, Jepang Investasi Rp775,1 Miliar di Indonesia

175
Ilustrasi

KKPNews, Jakarta – Pemerintah Jepang berencana menggelontorkan investasi senilai 6 miliar yen atau setara dengan Rp775,1 miliar untuk mendukung pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di enam pulau terluar Indonesia. Rencana tersebut menjadi bagian dari Exchange Note tentang Pusat Kelautan dan Perikanan dan Pasar Ikan Terintegrasi (Integrated Marine and Fisheries Center and Fish Market) yang ditandatangani pemerintah Jepang dan Indonesia, Senin (25/6).

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, nantinya pertukaran catatan akan disepakati dalam Grand Agreement sebelum direalisasikan.“Realisasi segera. Sudah Exchange Note nanti prosesnya ada di Grand Agreement, setelah itu kita jalan,” ungkapnya usai menghadiri dialog strategis dengan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Senin (25/6).

“Detail dananya masih di tahapan Grand Agreement, tapi kasarnya sekitar 6 miliar yen untuk enam lokasi,” lanjutnya.

Menurut Tyo, bantuan itu akan berupa teknologi perikanan, pelabuhan perikanan, pasar domestik, dan pengembangan kapasitas. Jumlah bantuan yang akan diterima setiap pulau pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

“Tergantung besar kecilnya development di sana. Misalnya, Natuna akan (akan dapat bantuan lebih besar) besar, yang lainnya mungkin lebih sedikit,” tuturnya.

Ia melanjutkan, bantuan tersebut merupakan pendukung anggaran (budget support) bagi KKP guna mengembangkan perikanan Indonesia. “Kita sudah punya SKPT untuk KKP, di-support sama tambahan dari Jepang dan program budget support grant. Memang untuk KKP saja,” terangnya.

Dalam konferensi pers seusai dialog tersebut, Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono sempat menegaskan komitmen negaranya untuk mempercepat pembanguna infrastruktur Indonesia, termasuk di enam pulau terluar itu. “Jepang akan terus mengimplementasikan pembangunan pulau-pulau terluar seperti yang disepakati bulan September tahun lalu,” tandasnya. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (66.7%)
  • Terhibur (33.3%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments