Balai KIPM Semarang Musnahkan 78 Ikan Invasif

64
Dok. Viva

KKPNews, Semarang – Sebanyak 78 ekor ikan invasif dari masyarakat dimusnahkan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Semarang, Jawa Tengah. Pemusnahan ikan dilakukan secara bertahap dengan cara dikubur sejak awal Agustus hingga pada Rabu, 15 Agustus 2018. Puluhan bangkai ikan yang dilarang pemerintah dikuburkan dalam satu lubang di depan halaman kantor BKIPM Jalan Suratmo, Semarang Barat.

Kepala Balai KIPM Semarang Raden Gatot Perdana mengungkapkan bahwa terdapat 78 ekor ikan invasif yang telah dimusnahkan. Ikan tersebut terdiri dari lima Ikan Piranha, beberapa Ikan Aligator, Ikan Arapaima, dan jenis lainnya. “Saat ini, bangkainya kami kubur dalam satu lubang supaya tidak menimbulkan bau busuk,” ujar Gatot, Rabu (15/8).

Ia menyatakan bahwa proses pemusnahan dilakukan melalui proses pembiusan ikan dengan menyiramkan cairan cengkeh. Pembiusan ini bertujuan untuk membuat ikan lemas sekaligus mematikan ikan secara perlahan. Pembiusan dengan cairan cengkeh dianggap telah menenuhi unsur kehewanan dan memenuhi unsur animal wild care.

“Pola pemusnahan ikan berbahaya ini diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat supaya ikan kategori itu tidak lagi memasuki perairan Indonesia,” ujarnya. (Dea Radista Rachmi/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments