Balai KIPM Semarang Buka 2 Posko Penyerahan Ikan Invasif

94
Salah seorang perwakilan dari Dinas Kelautan Kota Semarang menyerahkan kepemilikan ikan piranha kepada BKIPM Kota Semarang, Minggu (1/7).

KKPNews, Semarang – Posko penyerahan ikan invasif oleh para pecinta atau pemelihara dibuka Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Semarang. Ikan yang diserahkan merupakan jenis ikan di luar habitat perairan Indonesia, seperti jenis alligator dan arapaima asal Amerika Latin.

Kepala Balai KIPM Semarang Gatot R Perdana mengatakan, kepemilikan ikan kategori berbahaya dan invasif saat ini dilarang keras oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Oleh sebab itu masyarakat diimbau untuk meyerahkannya.

”KKP mengarahkan agar menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa ikan jenis itu sangat berbahaya dan bisa menurunkan populasi ikan lainnya di perairan karena sifatnya sebagai pemangsa hingga bisa merusak ekosistem perairan lokal,” tutur Gatot di kantornya, Jalan Suratmo, Manyaran, Semarang, Minggu (1/7).

Gatot menambahkan terdapat 152 ikan berbahaya dan invasif. Seperti halnya ikan Arapaima gigas yang ukurannya dapat mencapai 3 meter. Ikan yang ditangkap di Sungai Brantas itu dikenal sangat rakus dan kerap memangsa ikan-ikan kecil di perairan lepas. Piranha juga termasuk dalam kategori berbahaya dan invansif.

“Piranha yang hidup di Amazon Brasil sangat berbahaya bila dibawa ke Indonesia dan dilepaskan. Hasil monitoring kami, arapaima, sapu-sapu, dan aligator ada banyak di Jateng dan dilarang untuk dipelihara,” ujarnya.

Balai KIPM Semarang memberikan waktu sebulan yaitu mulai dari 1-31 Juli kepada pencita dan pemelihara ikan tersebut untuk menyerahkan ikan berbahaya dan invansif tersebut. Penyerahan ikan dapat dilakukan di dua posko BKIPM di Jalan Suratmo Semarang dan Jalan Adi Soemarmo Solo.

”Nanti akan ditindaklanjuti dengan dimusnahkan. Sebab, saat ini pemelihara atau yang melepasliarkan ikan akan dijatuhi sanksi pidana maksimal 6tahun dan denda Rp2 miliar,” pungkasnya. (Irna Prihandini/AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Tidak Peduli (66.7%)
  • Terinspirasi (33.3%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments