Australia Puji Penerapan Biosecurity Jaminan Mutu & Keamanan Budidaya Udang Indonesia

62

Jakarta – Pemerintah Australia melalui Departemen Pertanian dan Sumberdaya Air (Department of Agriculture and Water Resources/DAWR) mengapresiasi sistem produksi budidaya udang yang diterapkan di Indonesia. DAWR menilai, biosecurity, pengelolaan limbah, dan ketelusuran produk pada sistem produksi budidaya udang telah dilakukan dengan sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa penerapan biosecurity nasional sudah cukup baik.

Penilaian ini disampaikan dalam closing meeting kunjungan lapang Tim DAWR ke hatchery PT Prima Larvae serta tambak udang dan unit processing PT Indokom di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, baru-baru ini. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DWAR juga mengunjungi Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Lampung dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung.

Sebelumnya, dalam periode 2-6 Juli 2016, DAWR telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa unit usaha budidaya udang di berbagai negara eksportir udang termasuk Indonesia untuk melihat bagaimana sistem pembenihan, pembesaran, penanganan, panen, hingga pengolahan produk udang dilakukan.

Indonesia merupakan salah satu pemasok aktif udang ke Australia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai ekspor udang Indonesia ke Australia tahun lalu (2017) mencapai USD370.969 atau 0,03 persen terhadap seluruh pengapalan produk ke seluruh dunia.
Menurut ketua tim familiarisation DAWR, Dr. June Liu, pihaknya melakukan kunjungan langsung ke beberapa negara eksportir sebagai respon atas munculnya wabah white spot disease di pertambakan Australia dan diduga masuk terbawa dari udang yang dijadikan umpan pemancingan ikan. Untuk itu pihaknya segera meninjau implementasi sistem mutu khususnya konsistensi penerapan biosecurity pada level on farm di berbagai negara eksportir termasuk Indonesia.

Menurut Liu, pemerintah Australia sangat memperhatikan penerapan biosecurity untuk menjamin keamanan pangan dan hayati di negaranya. Tak tanggung-tanggung, DAWR punya divisi khusus yang menangani biosecurity yaitu Biosec Animal. Oleh karena itu, penilaian impor yang dilakukan di Australia pun dilakukan secara ketat.

“Kami menyatakan kepuasan atas upaya pengelolaan sistem budidaya yang dilakukan unit usaha udang Indonesia. Utamanya bagaimana mereka konsisten menerapkan biosecurity, pengelolaan limbah dan menjamin kualitas lingkungan secara baik. Tentunya kami berharap hal serupa juga konsisten dilakukan oleh unit usaha budidaya di seluruh Indonesia,” tutur Liu.

Liu menambahkan, tak menutup kemungkinan ke depan Indonesia dan Australia akan membentuk kerja sama sharing informasi terkait pengelolaan manajemen mutu dan keamanan pangan bagi produk perikanan budidaya, di samping kerja sama dalam upaya meningkatkan pemenuhan persyaratan produk udang asal Indonesia.

Sebagai bentuk komitmennya, KKP telah mengeluarkan kebijakan pengembangan budidaya udang berkelanjutan berbasis klaster di seluruh Indonesia. Konsep klaterisasi kawasan berkelanjutan ini merupakan upaya memperketat sistem biosecurity dan mendorong manajemen secara kolektif dan terintegrasi. Dengan demikian diharapkan terbangunnya efektifitas aspek ketelurusan dan terjaminnya keberlanjutan lingkungan dan usaha budidaya.

Berkaitan dengan regulasi sistem mutu dan keamanan pangan di level on farm, KKP tengah melakukan penggabungan berbagai standar seperti Cara Perbenihan Ikan yang Baik (CPIB), Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), dan Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB) ke dalam satu standar yang lebih komprehensif yakni Indonesian Good Aquaculture Practice (Indo GAP). Indo GAP mencakup aspek sustainability dan mengupayakan standar persyaratan produk dari negara buyer baik public standar maupun private standar bisa terakomodasi dengan baik.

Guna mewujudkannya, KKP juga melakukan kerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) terkait pendampingan pengembangan skema sertifiksasi Indo GAP.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments