AS Kukuhkan Kerja Sama Sektor Kelautan

232

KKPNews, Jakarta – Kolaborasi kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat, ternyata membuahkan hasil. Ini merupakan pencapaian atas kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Gedung Putih di Washington DC pada Oktober lalu. Hal ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Orris Blake Jr di kantornya saat membuka diskusi tentang Pemberantasan IUU Fishing dalam rangka Kampanye Laut Kita oleh Kedutaan Besar AS di Jakarta, Rabu (27/1).

“Ya, kami ada kolaborasi dengan Indonesia dalam bidang kelautan. Ini adalah hasil dari kunjungan Presiden Jokowi ke AS untuk penandatanganan MoU antara kedua negara,” ujar Blake.

Secara rinci, Indonesia dengan AS  menyepakati untuk meningkatkan kerjasama pada lima area, yakni di bidang keamanan maritim, pengaturan ekonominya, pengelolaan perikanan dan sumber daya kelautan, keamanan navigasi maritim, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan.

“Dan untuk mengiplementasikan hal tersebut, beberapa program Pemerintah AS sendiri sudah berjalan saat ini,” ungkap mantan Dubes AS untuk Sri Lanka dan Maladewa tersebut.

Salah satunya adalah kinerja dari Badan Bantuan Pembangunan Internasional AS (USAID), badan independen Pemerintah AS yang bertanggung jawab membantu negara-negara berkembang dalam bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan, yang merupakan bagian dari kebijakan luar negeri AS.

Selain itu, Pemerintah AS melalui USAID memberikan dukungan sebesar US$ 33 juta untuk lima tahun mendatang bagi Indonesia. Dana itu untuk perlindungan sumber daya laut dan mendukung penangkapan yang berkesinambungan di Indonesia, di antaranya mengatasi praktik penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, tidak teregulasi (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing/IUU fishing).

Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O Blake Jr mengatakan, Pemerintah AS juga mendukung upaya penegakan hukum di Indonesia atas IUU fishing. Dukungan itu diberikan dalam bentuk pelatihan kepada jaksa dan hakim di pengadilan kasus IUU Fishing. Dukungan lain melalui pengembangan kemitraan dengan Interpol untuk membantu penegakkan hukum di Indonesia.

Department of Justice juga memberikan dukungan bidang teknologi informasi untuk investigasi dan analisa dalam proses penegakan hukum. Jika berhasil memberantas IUU Fishing, akan bisa menangani kegiatan legal lainnya, seperti perdagangan dan penyelundupan manusia, narkoba, serta satwa liar. Karena praktik-praktik itu saling terkait,” kata Blake.

Menurutnya, pemberantasan IUU fishing tidak hanya penting untuk menaikkan pendapatan nelayan. Tapi juga berperan untuk konservasi keanekaragaman hayati perairan, termasuk di Indonesia. Hasil pantauan langsungnya ke Ternate, Ambon, dan Papua menunjukkan bahwa upaya Pemerintah Indonesia dalam memberantas IUU fishing secara signifikan menaikkan jumlah tangkapan nelayan di wilayah itu. Nelayan mendapatkan ukuran ikan yang lebih besar.

“Nelayan tidak perlu berlayar terlalu jauh untuk menangkap ikan. Itu baik untuknya dan keluarganya. Saya memuji upaya Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti selama setahun ini dalam memberantas IUU fishing,” lanjutnya. (MD)

*dari berbagai sumber

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Tidak Peduli (55.6%)
  • Senang (44.4%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments