April 2018, 400 Kapal Ikan Beroperasi Di Tual

104
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja memberikan keynote speech dalam kunjungan kerja ke Kota Tual, Maluku Tenggara. Dalam sambutannya, Sjarief Widjaja menyampaikan akan mensupport Pasar Ikan Modern & Sentra Kuliner Ikan di Kota Tual (22/3).

KKPNews, Tual – Kota Tual merupakan salah satu lumbung ikan yang luar biasa. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja menilai, sudah dua tahun KKP dan instansi terkait lainnya berkoordinasi dan bersinergi melawan kapal-kapal asing pencuri ikan. Saat ini, potensi tangkap di Tual sedang melimpah.

Seiring dengan melimpahnya stok ikan di Kota Tual, pemerintah dalam hal ini KKP bersama PT Pelindo, PT Perinus dan Pelni akan berupaya memfasilitasi sejumlah kapal tangkap ikan. Menurut Sjarief, mulai April 2018 sebanyak 400 kapal akan beroperasi di Tual dan akan disediakan kontainer berpendingin milik PT Pelindo. “Ikan yang sudah masuk kontainer nantinya diangkut dengan kapal ke Ambon, terus ke Jakarta untuk diekspor. Atau dari Ambon langsung ekspor, saya juga berusaha kalau bisa ekspor dari Tual,” ujar Sjarief saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual, Kamis (22/3).

Selain pelabuhan dan area milik PPN Tual, KKP punya mitra swasta di daerah Tual, seperti PT Maritim Timur Jaya (MTJ) yang pelabuhannya juga dapat digunakan. “Saya mengajak seluruh nelayan di Kota Tual, mari ikan kita tangkap, kemudain diperdagangkan untuk kesejahteraan masyarakat, sambil terus menjaga kelestariannya,” katanya.

Menurut Sjarief, selama tujuh tahun Pemprov Maluku berjuang keras untuk dijadikan sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), namun Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang hal itu belum juga keluar. “Tapi kami dapat janjikan, ada atau tidak ada Perpes LIN, kami tetap berjuang untuk Maluku dalam bidang perikanan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Walikota Tual, Abdul Hamid Rahayaan menyatakan 85 persen wilayah ini terdiri dari laut sehingga secara umum masyarakatnya tinggal di pesisir dan sebagian besar berprofesi nelayan.

“Kehadiran Bapak Dirjen di Kota Tual membawa keberkahan dengan hadirnya 400 buah kapal ikan. Ini tentu membawa rejeki bagi masyarakat kota Tual,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan hadirnya investor dari Pantura, Pulau Jawa yang akan berinvestasi di Tual merupakan satu langkah awal yang dapat mendorong roda pembangunan perikanan Kota Tual. “Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan KKP kepada nelayan di daerah ini, semoga dapat bermanfaat dan berlanjut untuk kesejahteraan seluruh nelayan Kota Tual,” imbuhnya.

Dalam kunjungan kerja di PPN Tual, Dirjen Sjarief bersama investor memberikan secara simbolis bantuan kepada Koperasi dan Kelompok Nelayan, nelayan perorangan, serta Pemilik Kapal di Kota Tual. Bantuan tersebut berupa kapal berbobot 5 GT, bantuan permodalan dari BRI, premi asuransi bagi nelayan, alat pancing, hingga perpanjangan surat ijin operasi bagi kapal ikan. (MD)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments