Antisipasi Penyelundupan, BKIPM Gelar Sosialisasi Bersama Angkasa Pura

65
Kepala BKIPM Rina saat membuka acara sosialisasi.

KKPNews, Makassar – Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) bersama PT Angkasa Pura 1 Bandar Udara Sultan Hasanuddin melakukan koordinasi dan kerjasama dalam upaya mencegah terjadinya penyelundupan hasil perikanan yang dilarang dan diatur tata niaganya melalui bandar udara Sultan Hasanuddin secara intens. Bentuk nyata dari kerjasama tersebut berupa penyediaan fasilitas pos penjagaan di terminal penumpang dan cargo bandara, termasuk sosialisasi pencegahan upaya penyelundupan sumber daya perikanan seperti yang tengah dilaksanakan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Sitti Chadidjah saat mengisi acara Sosialisasi Pencegahan Upaya Penyelundupan Sumber Daya Ikan di Makassar, Selasa (25/7). Ia mengatakan, melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait hukuman pidana penyelundupan hasil laut dan penguatan sumber daya manusia di bandara.

“Sosialisasi ini juga diharapkan dapat menambah wawasan peserta mengenai konsep IUU Fishing dan Perikanan berkelanjutan dan menambah wawasan tentang regulasi terkini komoditi perikanan yang dilarang dan dibatasi. Hal ini penting mengingat upaya penyelundupan hasil perikanan yang dilarang dan diatur tataniaganya cukup marak di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Upaya penyelundupan hasil perikanan yang dilarang dan diatur tataniaganya cukup marak di berbagai daerah termasuk di Sulawesi Selatan yang dilakukan melaui bandar udara Sultan Hasanuddin. Balai Besar KIPM Makassar mencatat jumlah penanganan kasus pelanggaran pengiriman hasil perikanan di bandar udara Sultan Hasanuddin mencapai 116 kali dengan nilai yang berhasil diselamatkan mencapai Rp. 2.399.610.000,- dari periode Januari hingga Juni 2017.

Upaya preventif melalui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Dalton Makassar tanggal 24 Juli 2017 ini diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari petugas Aviation Security bandar udara Sultan Hasanuddin, instansi terkait lingkup bandar udara, maskapai penerbangan, dan perusahaan ekspedisi angkutan udara.

“Melihat hal ini, kami melakukan kerjasama untuk memberikan pemahaman mengenai penegakan hukum terhadap kejahatan perikanan di lingkup bandara Internasional Sultan Hasanuddin,” ungkap General Manager PT Angkasa Purai I (Persero) Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Cecep Marga Sonjaya.

Menurutnya bisnis penyelundupan ini semakin marak karena sangat menggiurkan. Apalagi bisnis ini hanya menggunakan cara yang sederhana, tapi bisa menghasilkan transaksi miliaran rupiah secara ilegal.

Sosialisasi tersebut, juga turut dihadiri Kepala Pusat Karantina Ikan, Riza Priyatna dan Kombes Pipit Rismanto selaku Kasubdit Tipiditer IV Illegal Fishing Bareskrim Polri.

Sebagai informasi, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan telah bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura I (Persero) dengan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditi perikanan di tiga belas bandara yang berada di bawah pengelolaan Angkasa Pura 1 pada tanggal 18 Februari 2017 lalu. (humbkipm/md)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments