Anggota Komisi IV DPR RI Sudin, Turut Resmikan TPI Higienis di Lampung 

38
Anggota Komisi IV DPR RI Sudin mendampingi Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja meresmikan TPI Higienis di PP Lempasing Lampung (20/12) (Foto: Widodo)

KKPNews, Bandar Lampung – Mutu ikan menjadi sangat penting dalam bisnis perikanan. Tidak saja agar produk yang dikonsumsi higienis dan menyehatkan, yang tak kalah penting mutu ikan sangat berkaitan dengan nilai jual yang pada gilirannya sangat berpengaruh terhadap pendapatan nelayan.

Salah satu program yang kini tengah digenjot Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) dalam rangka menjaga mutu ikan adalah pembangunan dan pengembangan Tempat Pemasaran Ikan (TPI) higienis. TPI adalah tempat ikan didaratkan dari kapal lalu diproses untuk dilelang atau dipasarkan baik dalam bentuk ikan segar atau selanjutnya akan diproses menjadi produk olahan. Semua proses di TPI harus didukung oleh bentuk kontuksi TPI dan prosedur kerja yang memperhatikan aspek higienitas.

Salah satu TPI higienis yang dibangun tahun 2017 diresmikan Rabu (20/12), yaitu TPI higienis di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing, Kota Bandar Lampung. Hadir pada peresmian Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, anggota komisi IV DPR RI Sudin, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Toga Mahaji, Komandan Pangkalan TNI AL Lampung Kelik Haryadi, Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan KKP Agus Suherman, Direktur Pelabuhan Perikanan Frits Leinussa, Ketua DPD HNSI Provinsi Lampung Maszuki Yazid dan Wakil Pemimpin Wilayah BRI Lampung.

Dalam peresmian yang dihadiri ratusan nelayan Lampung, Sudin mengatakan bahwa sebelumnya tak pernah terbayang TPI yang kotor dan becek bisa berubah megah dan bersih. “TPI akan sebagus ini terbayang tidak? Kan tidak terbayang,” ujar Sudin kepada nelayan yang hadir. Tapi dengan kerja keras KKP dan dukungan penuh komisi IV DPRRI akhirnya yang sebelumnya tidak pernah terbayang itu kini menjadi kenyataan.

Sudin melanjutkan, ia di Komisi IV selalu berjuang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat, khususnya masyarakat Lampung yang menjadi konstituennya. Ia bersama KKP akan memperjuangkan TPI higienis juga dibangun di Kuala Penet dan Kota Agung. “Jangan sampai TPI terus becek dan kumuh,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja menyampaikan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memperbaiki fasilitas untuk usaha nelayan. “Ikan yang kita tangkap harus utuh. Ikan bagus, kualitas bagus, tidak rusak, tidak cacat, punya harga tinggi sehingga nelayan mendapat pendapatan yang lebih baik,” ujarnya menjelaskan pentingnya TPI higienis.

“Sebentar lagi ada kedai nelayan untuk memasok perbekalan melaut, kita juga kembangkan bengkel nelayan di peluhan perikanan,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono sangat menyambut positif TPI higienis dikembangkan di wilayahnya. “Saya minta dukungan pemerintah kabupaten dan kota agar TPI higienis ini juga diintegrasikan dengan wisata bahari, pusat wisata kuliner perikanan, sehingga nantinya menyedot atensi yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Selain peresmian TPI higienis, pada kesempatan tersebut disampaikan bantuan KKP berupa alat penangkapan ikan ramah lingkungan sebanyak 310 paket berupa gillnet millenium dan trammelnet dengan sebaran Kota Bandar Lampung (32 paket), Kabupaten Lampung Selatan (35 paket), dan Kabupaten Lampung Timur (243 paket). Disampaikan pula bantuan kapal perikanan sejumlah 96 unit berukuran <30 Gross Tonnage (GT).

KKP juga memberikan bantuan premi asuransi nelayan untuk 10.139 orang dengan total premi senilai Rp1,77 miliar. Hadir pula 4 orang penerima klaim asuransi nelayan yang mendapatkan santunan sebesar Rp 160 juta akibat meninggal dunia dan 1 orang penerima santunan sebanyak Rp200 juta akibat meninggal dunia di laut.

Selanjutnya, KKP juga menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk fasilitasi pendanaan nelayan melalui gerai permodalan nelayan. Tercatat nilai realisasi kredit di Provinsi Lampung untuk nelayan sebesar Rp22,93 miliar dengan jumlah debitur mencapai 328 orang.

“Kepada para nelayan, khusnya nelayan penerima bantuan, saya menghimbau tunjukkan jiwa bahari. Pemerintah telah memberikan perhatian, tunjukkan rasa syukur dengan kerja keras, dan makin giat bekerja. Sumber daya ikan juga harus menjadi manfaat bagi generasi penerus kita secara terus-menerus,” ujar Sudin. (Humas DJPT)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments