Aliansi Nelayan Sumut Bulatkan Tekad Jaga Pesisir

47
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menghadiri rembug nelayan Sumatera Utara di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (14/12). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Pemanfaatan sumber daya laut dengan tetap menjaga kelestariannya tak hanya menjadi komitmen pemerintah, tetapi juga tekad berbagai masyarakat di daerah. Sadar pesisir harus tetap dijaga agar tetap lestari dan mampu menjadi sumber rezeki, Aliansi Nelayan Sumatera Utara menyurati Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan menyatakan kebulatan tekad mendukung penggunaan alat tangkap ramah lingkungan serta pengaturan-pengaturan lainnya.

Berikut pernyataan kebulatan tekad yang ditandatangani oleh Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), Sarekat Nelayan Sumatera Utara (SNSU), Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Masyarakat Nelayan Tradisional (Mantab), Serikat Nelayan Merdeka (SNM), Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI).

Indonesia adalah negara yang sangat besar, baik sebagai bentuk maupun suatu dignity, harkat dan martabat kebangsaanya. Sebagai bentuk, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan jumlah pulau mencapai 17.000 pulau, dan panjang garis pantai mencapai lebih dari 50.000 kilometer. Sebagai suatu dignity, pilihan para pendiri bangsa untuk menjadikan Indonesia sebagai “negara kepulaun” yang memiliki masa depan gemilang.

Indonesia harus dijaga  wilayahnya, sumberdaya dan manusianya. Ketiganya memiliki peran penting untuk menentukan arah dan cita-cita bangsa. Telah lama kita memunggungi laut, akibatnya banyak sumberdaya kita yang terlupakan. Sudah saatnya kita menghadap laut dan menjadikannya sebagai masa depan bangsa dengan cara menyelamatkan pesisir, laut, pulau-pulau Kecil dan pemenuhan hak-hak masyarakat pesisir.

Kita harus mengingat Perjuangan Ir Djuanda Kartawijaya tepat pada 60 Tahun lalu menyatakan sebuah deklarasi kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah laut yang berada sekitar, di antara dan di dalam pulau-pulau Indonesia menjadi satu kesatuan.

Aliansi Nelayan Sumatera Utara hadir untuk menjaga deklarasi tersebut. Kami adalah masyarakat nelayan yag hidup, tumbuh, berkembang dan memiliki relasi yang kuat dengan alam, maka kewajiban dan tanggung jawab kami untuk menjaga alam yang telah memberikan kehidupan.

Maka pada hari ini 2017 kami Aliansi Nelayan Sumatera Utara menyatakan Kebulatan Tekad untuk menjaga Pesisir dan Laut Sumatera Utara dengan cara :

  1. Menolak Penggunaan Alat Tangkap Perikanan yang merusak lingkungan. Mendukung penggunaan Alat tangkap Perikanan yang ramah terhadap lingkungan dan berkelanjutan;
  2. Memastikan Peraturan Daerah Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Sumatera Utara yang melindungi Hak-Hak Masyarakat Pesisir;
  3. Menolak Aktivitas Pertambangan diwilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Sumatera Utara;
  4. Mendukung Adanya Subsidi Perikanan bagi nelayan Kecil dalam rangka menjalankan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

Demikian Kebulatan Tekad ini kami sampaikan didepan Ibu Menteri Susi Pudjiastuti dan Seluruh Masyarakat Pesisir yang hadir sebagai bentuk pengabdian kami kepada cita-cita Bangsa.

(AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Senang (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Terinspirasi (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments