2017, Potensi Perikanan Tangkap Lestari Capai 9,9 Juta Ton

2952

KKPNews, Yogyakarta – Kinerja pemerintah Indonesia dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) selama dua tahun terakhir berdampak positif pada peningkatan stok ikan nasional. Salah satu penelitian yang dilakukan Komite Kajian Stok Ikan Nasional (Kasjiskan), menghasilkan kajian bahwa tahun depan Indonesia memiliki potensi tangkap lestari hingga 9,9 juta ton.

“Dengan melihat warna air dari citra satelit saja itu bisa melihat bahwa perikanan indonesia biomassnya naik.”, ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Yogyakarta, Senin (10/10).

Penelitian Kajiskan, lanjut Susi, sesuai dengan perhitungan kuantitatifnya Universitas California – Santa Barbara (University of California Santa Barbara) yang menghitung, misalnya dengan satu jenis ikan cakalang saja. Dengan dilakukannya penegakan illegal fishing dan refomasi perikanan, maka biomassa akan meningkat sebanyak 25 persen. Sebaliknya, jika tidak dilakukan maka akan turun 81 persen.

“Kita perkirakan kalau kita jaga penegakan illegal fishing terus jalan, lalu alat tangkap tidak ramah lingkungan kita bereskan, kita berharap kembali sebelum tahun 2000, yaitu bisa mencapai 15 juta ton ke atas”, paparnya.

Menurutnya, ini merupakan awal yang tepat untuk memastikan bahwa ikan banyak di laut. “Kenapa harus lestari? Karena pemerintah sudah menentukan masa depan bangsa ini ada di laut. Yaitu sudah benar karena laut itu sendiri 3/4 dari wilayah Indonesia”, imbuhnya. (MD/DS)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (78.9%)
  • Tidak Peduli (21.1%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments