Pastikan Budidaya KJA Offshore Berhasil, Benih Dipilih Melalui Selective Breeding

51
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti didampingi Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat menyampaikan konferensi pers tentang teknologi KJA offshore di Kantor KKP, Jakarta pusat, Jumat (27/4). Dok. Humas KKP/Joko Siswanto

KKPNews, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja meresmikan teknologi budidaya modern baru yaitu Karamba Jaring Apung Lepas Pantai (KJA Offshore) di Pangandaran. Sebagaimana diketahui, teknologi ini dikembangkan sebagai percontohan produksi budidaya pada skala industri yang lebih besar dengan pembudidayaan kakap putih untuk mendorong peningkatan produktivitas pembudidaya maupun nelayan.

Oleh karena itu, guna memastikan budidaya ini berhasil, KKP memilih benih kakap putih yang akan dibudidayakan melalui selective breeding. Hal ini untuk menghasilkan benih yang bermutu dan seragam serta memenuhi persyaratan CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik). “Jadi untuk benih kita tidak mengambil di alam begitu saja, melainkan sudah melalui selective breeding dengan standar yang tinggi,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (27/4).

Bahkan menurutnya, KKP juga melakukan seleksi benih dengan ukuran 0.8 – 1 cm, 3 – 4 cm sampai ukuran siap tebar di KJA sebesar 100 gr up, sehingga SR-nya dapat mencapai 80 – 85 %.

KJA offshore ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ikan karena dipengaruhi gelombang dan arus laut dan terbebas dari cemaran sungai maupun limbah rumah tangga. Kualitasi ikan diharapkan lebih sehat karena di pelihara dalam lingkungan alami sehingga tidak memerlukan antibiotik atau obat-obatan.

“Budidaya ini tidak berdampak pada lingkungan karena air selalu berganti dan pakan di berikan melalui manajemen pakan yang terkontrol,” tandas Slamet. (AFN)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
  • Terinspirasi (100.0%)
  • Terhibur (0.0%)
  • Senang (0.0%)
  • Tidak Peduli (0.0%)
  • Terganggu (0.0%)
  • Takut (0.0%)
  • Marah (0.0%)
  • Sedih (0.0%)

Comments

comments